Pages

Ads 468x60px

New: PILAR di Kampus Biru FMIPA

"Penulis adalah pemimpin. Ia memimpin dengan ide dan pemikiran..."(Tinta Zaitun, 2009) "Menulis adalah suara nurani. 'Azzam (tekad) yang kuat adalah kekuatan untuk terus mengumandangkannya"(Aeny Zawa, 2009) "Tahukah kau mengapa aku sayangi kau dari siapa pun? KArena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari."(Pramoedya Ananta Toer) "Memang CITRA YANG SESUNGGUHNYA ADALAH KINERJA DAN PRESTASI, NAMUN KINERJA DAN PRESTASI TAKKAN MUNGKIN MENJADI CITRA TANPA PERANAN MEDIA. TANPA PERANAN MEDIA, KINERJA DAN PRESTASI LEMBAGA TAKKAN DIKETAHUI KHALAYAK LUAS." (Hendra Sugiantoro) Berbekal semangat berbagi, PILAR hadir ditengah sahabat semua. Menyapa lebih dekat. Menyapa lebih erat. Berbagi inspirasi dan informasi. "PILAR ada karena ada yang menulis".

EPS: Mengubah Dunia dengan Suara

Mengubah Dunia dengan Suara Change The World with Your Word itulah tema yang diangkat pada acara Excellent Public Speaking (EPS) (22/4) yang diselenggarakan oleh gabungan organisasi mahasiswa (ormawa) FMIPA, yaitu BEM FMIPA , Hima Fisika, Hima Matematika, Hima Kimia, Hima Biologi, UKMF Haska Jamaah Al Furqon, dan UKMF Sekrup, khususnya bidang Kaderisasi. Acara yang dihadiri oleh 155 peserta bertempat di Ruang Seminar Lantai 2 gedung FMIPA UNY. Peserta tidak hanya dari FMIPA, melainkan dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Bahasa dan Seni,dan Fakultas Ilmu Pendidikan. Selain dari berbagai fakultas, acara ini dihadiri pula oleh mahasiswa UGM dan UIN Sunan Kalijaga. Agenda ini merupakan hal yang baru dalam sejarah keormawaan FMIPA di mana tujuh dari 11 ormawa FMIPA bersama-sama menggawangi acara EPS yang spektakular. Event ini merupakan cara ormawa FMIPA mencetak sejarahnya dengan karya kolektif. Avi Raharjo, selaku Ketua BEM FMIPA menyatakan, “Amalan atau kerja-kerja kolektif akan menimbulkan dampak yang besar. Kali ini ormawa FMIPA mencetak sejarah dengan amal kolektif, yang kedepannya akan mendatangkan dampak yang besar. Karya kolektif ini juga merupakan representasi jargon ormawa FMIPA 2012: Bangkit, Bersatu, Bergerak Maju!”. “Bapak Hartono selaku Dekan FMIPA menyampaikan bahwa EPS adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Dari EPS ini harapannya mahasiswa bisa memiliki skill public speaking yang baik. EPS ini adalah pemantik dan silakan diadakan follow up dalam kehidupan sehari-hari”, terang Rina Yuliana SC panitia EPS saat menyimak sambutan. Di lain kesempatan, Moh. Rifki Taufik dengan semangatnya menyampaikan jargon EPS,” Get Up, Show Up, and Speak Now. EPS: Luar Biasa! Dapat membimbing mahasiswa berani tampil di publik dengan harapan dapat membuat perubahan di masyarakat, dan akhirnya dunia. Di sesi terakhir juga akan diberikan materi tentang lobbying atau kehumasan”. Ketua Panitia EPS, Moh. Jaka Perdana menguatkan tujuan dan manfaat dari agenda EPS, “Tujuan dari EPS adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam public speaking yang nantinya akan berguna saat microteching dan saat meyakinkan orang lain, misalnya pada saat melamar pekerjaan”. Dari peserta pun mengungkapkan betapa pentingnya EPS ini, “EPS ini menarik, pembicaranya bagus, punya banyak pengalaman. Acara ini juga penting bagi saya yang nantinya akan menjadi guru untuk latihan berbicara”, papar Purwoko Hariadi Santoso, Mahasiswa Pendidikan Fisika 2011. Di lain tempat, Aisyah (Biologi 2010, UGM)juga berharap, "semoga EPS bermanfaat". Dikuatkan oleh Umi Khusnul Khotimah (Mahasiswa Jurusan Akidah 2011, UIN Sunan KAlijaga), "EPS sangat menyenangkan, keren banget, sangat bermanfaat untuk diaplikasikan di kelas".

Launching 5 Lokus Karya

Menembus Surat Kabar 3

Alhamdulillah...
Semakin banyak nulis...maka semakin kita dapat berbagi ilmu kepada khalayak umum.

menulis di koran, bukan menulisi koran.

Salam Pena,
# Menulis itu menyampaikan ilmu

Membawa BEM FMIPA UNY 2012 ke Media Massa


Menulis di koran, bukan menulisi koran. Atau hanya mengisi TTS.

Menulis itu mengikat ilmu, menyampaikan ilmu, menyampaikan kebenaran, mencegah kemungkaran, dan meneguhkan keimanan. Menebar kebaikan. Ketika kita tak cukup daya untuk bersuara, menulislah. Ketika kita tak cukup lihai berbicara, menulislah. Sampaikanlah kebenaran walau satu kata.
Menulis di koran berarti berbagi dengan banyak orang. Kita tidak tahu, barangkali secuil tulisan kita dapat membawa kebermanfaatan yang besar bagi orang yang membaca tulisan kita. Barangkali pikiran yang kita tulis itu merupakan lintasan pikiran dari banyak orang. Hanya saja, bedanya adalah kita menulis, sedang mereka tak menulis.

Kita pantas berbahagia dengan menulis di koran seperti yang diungkapkan oleh Hendra Sugiantoro yang tulisannya kerap kali dimuat diberbagai surat kabar,

“Di sini, saya hanya ingin berucap bahwa kita pantas berbahagia dengan menulis di koran. Kenapa kita pantas berbahagia? Karena koran itu bacaan rakyat. Koran mendidik rakyat, alat propaganda sejak zaman kolonial. Koran dibaca presiden sampai tukang becak, dari pejabat sampai kaum mlarat.
Maka, tak ada kata lain,
pena kita, lantangkan!
menulis untuk pembelaan
menulis untuk perlawanan
menulis untuk penyadaran
padatilah halaman koran,
aksi besar-besaran “

Sekarang giliranmu, dan buktikan kebahagian itu.
Menulislah. Rekam jejak hidupmu dan cetak sejarahmu.
Serta saksikanlah,
ini caraku mencetak sejarahku.


Salam pena,
Imaroh Syahida
Kadept KOMINFO BEM FMIPA UNY 2012

Menembus Redaktur Surat Kabar 2

Menembus Redaktur Surat Kabar 1

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

Bangkit, Bersatu, Bergerak Maju!

Selamat datang di blog BEM FMIPA UNY

Blog ini berisi tentang Kabinet GEMPITA dengan action-actionnya